Lifestyle
Gaya Hidup Minimalis

Gaya Hidup Minimalis

Mungkin kerap kali Anda mendengar mengenai ‘Minimalis’ lebih berhubungan dengan properti serta kelengkapannya, seperti rumah minimalis, perabot, dan lainnya.

Tetapi pernahkah Anda mendengar mengenai hidup minimalis?

Jika dibahas secara sederhana, minimalis merupakan kehiduapn yang merujuk lebih kepada praktik keikhlasan untuk lebih menyederhanakan gaya hidup.

Itu mencakup baik materi ataupun non materi. Di dalam praktiknya, saat seseorang mengurangi segala harta yang ada di dalam hidupnya dan lebih meningkatkan kemandiriannya, ia sudah bisa dianggap masuk dalam kehidupan minimalis.

Cara hidup ini memiliki moto untuk menerapkan apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan. Orang-orang yang melakukan kegiatan ini memiliki kepuasan di dalam hidup mereka karena melakukan gaya hidup yang sederhana. Karena mereka sudah merasa memenuhi apa yang dibutuhkan dan bukan apa yang diinginkan.

Gaya hidup minimalis berbeda dengan kemiskinan, karena ini lebih kepada dorongan yang ada di dalam diri agar bisa menjalani hidup yang lebih sederhana.

Mereka cenderung menghindari kemewahan dan foya-foya, meski sebenarnya mereka memiliki kemampuan secara finansial.

Ini mengisyaratkan kepada ikhlas dalam diri sendiri dan berbeda dengan kemiskinan yang cenderung lebih memaksa seseorang untuk bisa ikhlas menjalaninya.

Banyak orang yang menjalani hidup minimalis karena merasa mendapatkan dorongan agar bisa hidup lebih baik dengan berbagai alasan yang mendasarinya.

Alasan-alasan tersebut ada spiritualitas, kesehatan, meningkatkan kualitas di dalam hidup, dan juga kuantitas waktu bersama dengan teman, sahabat, ataupun keluarga. Dengan cara ini juga kita bisa lebih menikmati hidup, tahu selera pribadi, lebih berhemat, dan juga bisa mencegah stress.

Itulah yang menyebabkan gaya hidup sehat lebih berfokus pada pribadi, karena memang lebih menunjukkan nilai individualnya masing-maisng.

Ada beberapa elemen penting di dalam gaya hidup minimalis, yaitu :

1.Pola Pikir

Mungkin Anda mulai berpikir untuk menjalani gaya hidup minimalis, tetapi jika Anda masih memiliki pemikiran untuk melakukan hidup yang berfoya-foya, maka Anda bukan merupakan orang yang minimalis.

Dalam bergaya hidup minimalis, harus mempertahankan sikap sederhana yang didasarkan kepada pemikiran yang kuat, jadi bisa menumbuhkan keikhlasan di dalam diri.

2. Deklarasikan Zona Bebas Kekacauan

Perhatikan rumah Anda, apakah ada terlalu banyak barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan? Bisa jadi sebenarnya Anda hanya membutuhkan sebagian kecil dari barang-barang yang ada di rumah Anda.

Jika ingin menerapkan gaya hidup yang minimalis, cobalah untuk mengurangi barang0brang yang tidak berguna di rumah Anda. Seperti misalnya, perabotan rumah yang sangat jarang digunakan bahkan tidak pernah, ada baiknya untuk lebih memilih meninggalkan barang-barang yang memang sering untuk digunakan.

3.Melakukan Aksi Penting Lebih Banyak

Meski tujuan dari gaya hidup minimalis adalah untuk mencapai kemandirian, tetapi bukan berati harus antisosial. Sebaiknya tunjukkan aksi kepedulian pada sesama yang bisa berguna bagi lingkungan sekitar.

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari gaya hidup minimalis. Seperti lebih merasakan kebebasan, di mana kita bisa terbebas dari gaya hidup hedonis yang sifatnya membuat kita selalu ingin lagi dan lagi.

Dengan gaya hidup ini juga, kita dapat lebih menikmati hobi dan juga fokus pada kesehatan. Mereka yang memiliki gaya hidup minimalis tidak mengejar materi dalam hidup, sebabnya mereka tidak terlalu gila kerja dan tidak lagi berfokus pada harta dan benda.

Mulailah bergaya hidup minimalis, tetapi pastikan itu berasal dari hati dan bukan hasutan dari orang-orang.